Tuesday, 23 November 2010

Baqarah Ayat 96


19 comments:

  1. Allah Taala menggambarkan adanya satu golongan yang tamak sangat, hendakkan hidup yang lama di dalam dunia - hidup yang tidak terbatas walau mencapai seribu tahun. Sesungguhnya telah ada golongan orang yang memimpikan begini semenjak dahulu pun lagi hingga membawa sekarang ini. Mereka mahu hidup seribu tahun lagi. Sama ada yang merupakan hidup fahamnya, mahupun merupakan hidup simbolnya. Iaitu faham kebendaan supaya kekal, dan simbol cara kehidupannya yang sesat hendaknya dapat diteruskan. Golongan ini ialah golongan orang-orang yang tidak bertuhankan Allah. Golongan orang yang tidak begitu percaya akan adanya Allah sebagai Tuhan yang menjadikan alam dan seisinya, yang digelarkan sebagai orang-orang musyrik, atau orang yang menyengutukan Tuhan, sebagai dinayatakan dalam ayat yang berbunyi : " ومن الذين أشركوا " - Dari golongan orang-orang musyrik. Ayat ini telah ditafsirkan dengan " orang-orang kafir yang bukan beragama Yahudi dan bukan pula beragama Nasrani, bahkan dari golongan orang Majusi (orang yg menyembah benda-benda seperti api. Orang-orang Majusi inilah yang mencita-citakan hidup seribu tahun, kerana jika mereka bertemu sesama mereka, lalu mereka ucapkan salam dengan simbol atau cogan yang berbunyi: " Hidup 1000 tahun lagi". Adapun orang-orang Yahudi ataupun orang-orang Nasrani meskipun mereka itu menyengutukan Allah, tetapi mereka masih tergolong daripada ahli kitab disebabkan adanya kepercayaan kepada Allah dan mengakui Allah itu sebagai Tuhan mereka serta percaya pula dengan adanya hari Ba'ath - hari manusia dibangkitkan semula dari kuburnya. Tetapi orang-orang Majusi, benar-benar tidak mempercayai adanya Allah dan tidak pula dengan adanya hari Ba'ath - hari dibangkitkan manusia dari kuburnya. Maka mereka berpendapat, hidup itu hanya sekali dan bila mati tidak akan hidup lagi. Jadi tidak hairan jika orang yang berfaham tidak bertuhan itu bercita-cita hendak hidup seribu tahun lagi. Andaikata nyawa tidak kesampaian, maka fahamnya, ideologinya dan cara-cara hidupnya diharapkan dapat berkekalan. Kalaulah rajin kita mengikuti dan memerhati perkembangan usaha-usaha manusia ke arah mencapaui usia lanjut, kita akan dapati berapa banyak sudah ikhtiyar-ikhtiyar dan usaha-usaha ke arah itu dicubakan orang. Maka berbalik kita kepada ayat tadi, iaitu di dalam ayat tersebut Allah telah mencela orang-orang Yahudi, kerana mereka lebih tamak lagi dari golongan orang-orang yang mahu hidup seribu tahun tadi, sebagai menguatkan kenyataan Tuhan dalam ayat 95 yang telah terdahulu huraiannya yang berbunyi: " ولن يتمنوه أبدا بما قدمت أيديهم ". Tiadalah suka mereka itu mencintai mata selama-lamanya disebabkan dosa yang tangan mereka telah kerjakan - Tafsir Ahmad Sonhadji Mohammad.

    ReplyDelete
  2. Apakah yang menarik mereka bercita-cita tamakkan hidup lama, tidak mengingini mati itu? Jawabnya ialah kerana mereka sedar bakal diseksa. Oleh itu Tuhan meneruskan firman-Nya dalam ayat 96: " وما هو بمزحزحهمن العذاب أن يعمر والله بصير بما يعملون " - Dan tiada seorang pun akan berenggang dari siksa meskipun panjang usianya dan Allah melihat segala apa yang mereka kerjakan. Yakni: Seksa Tuhan tidak akan berenggang jauh dari dirinya walau seberapa pun umurnya dilanjtkan-Nya. malah semakin orang berusia lanjut, semakin besar pula masalah-masalah yang berat-berat dihadapinya - yang merupakan daya tenaga semakin susut, kulit semakin berkedut, tulang urat bertambah lemah, sendi-sendi bertambah goyah, diselang seli pula oleh penyakit yang datang menjelang. Sekali pun rajin ia berubat, tidak juga terlepas dari derita. Di samping derita penyakit, ada pula derita berubat, maka derita, sekali lagi derita, itulah yang dinamakan azab atau seksa yang sebenarnya. Jadi tepatlah "Tiada seorang pun akan berenggang dari seksa, meskipun panjang usianya." - Tafsir Ustaz Ahmad Sonhadji Muhammad.

    ReplyDelete
  3. ——————————————
    1000 Tahun = 1Hari di Akhirat
    ——————————————
    Betapa Allah mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini ibarat senafas sahaja melalui kalamNya (Surah Al-Mu’minun: 112-115, Surah As-Sajdah: 5) dan Surah Al-hajj ayat 47.
    “….Sesungguhnya sehari dari hari-hari azab disisi Tuhanmu adalah menyamai seribu tahun dari yang kamu hitung “(QS. Al Hajj: 47).

    ReplyDelete
  4. 1000 Tahun Dunia = 1 Hari di Akhirat
    ( 60 minit @ 3600 saat)
    Andaikata hidup 30 tahun = 1.8minit/108 saat waktu akhirat. Andaikata umur 60 tahun = 3.6 minit/216 saat waktu akhirat

    ReplyDelete
  5. Bayangkan, kita ditugas untuk “out station” selama 2 hari 1 malam di suatu tempat. Semasa berada disana kita mendapatkan segala keperluan kita seperti makan minum yang baik, tempat tinggal sementara yang selesa dan selamat untuk kita dapat memyempurnakan peranan dan tanggungjawab kita disana. Sepanjang masa kita menjalankan tugas, fikiran dan ingatan kita sentiasa bersedia untuk pulang ketempat asal kita pada bila-bila masa seandainya kita ada panggilan kecemasan. Adakah kita, waktu disana sibuk dengan berbelanja habis-habisan membeli dan menghias banglo mewah untuk tinggal 2 hari satu malam sehingga melupakan tugasan, tanggungjawap dan peranan kita yang sebenar?

    ReplyDelete
  6. Satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia.
    Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ
    “Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

    ReplyDelete
  7. 1000 Tahun Dunia = 1 Hari di Akhirat
    ( 60 minit @ 3600 saat)
    Andaikata hidup 30 tahun = 1.8minit/108 saat waktu akhirat. Andaikata umur 60 tahun = 3.6 minit/216 saat waktu akhirat

    ReplyDelete
  8. Satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia.
    Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ
    “Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

    ReplyDelete
  9. Diterangkan dalam Tuhfatul Ahwadzi sebagai berikut.
    Satu hari di akhirat sama dengan seribu hari di dunia. Sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan,
    وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
    “Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47). Oleh karenanya, setengah hari di akhirat sama dengan 500 tahun di dunia.

    ReplyDelete
  10. Adapun firman Allah Ta’ala,
    فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
    “Dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun” (QS. Al Ma’arij: 4). Ayat ini menunjukkan pengkhususan dari maksud umum yang sebelumnya disebutkan atau dipahami bahwa waktu tersebut begitu lama bagi orang-orang kafir. Itulah kesulitan yang dihadapi orang-orang kafir,
    فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (8) فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (9) عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ (10)
    “Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.” (QS. Al Mudatsir: 8-10).

    ReplyDelete
  11. Berapa lama hidup kita di dunia ini ? Dalam hal ini Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
    قَٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿١١٤﴾
    ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.’ (QS. Al-Mu’minuun:114)
    Kita hidup di dunia ini hanya sebentar. Dalam perhitungan akhirat, kita ini hidup di dunia hanya 1,5 jam saja. Bagaimana bisa?
    Mari kita perhatikan ayat ini. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
    وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ ﴿٤٧﴾
    ‘Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.’ (Q.S. Al-hajj:47)
    Mari kita analisis berdasarkan Al-Qur’an sebagai sumber kebenaran absolut.

    1 hari akhirat = 1000 tahun,
    24 jam akhirat = 1000 tahun,
    3 jam akhirat = 125 tahun,
    1,5 jam akhirat = 62,5 tahun.

    ReplyDelete
  12. Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja.
    Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. Untuk itu Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ ٱلرَّسُولُ بِٱلْحَقِّ مِن رَّبِّكُمْ فَـَٔامِنُوا۟ خَيْرًا لَّكُمْ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿١٧٠﴾
    ‘Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.’ (Q.S.An-Nisa:170)
    ۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ ﴿١٥﴾
    ‘Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.’ (QS: Faathir :15)
    Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
    وَلِرَبِّكَ فَٱصْبِرْ ﴿٧﴾

    ReplyDelete
  13. -----------------------------
    PERBANDINGAN WAKTU DUNIA DAN AKHIRAT 1000 TAHUN ATAU 50000 TAHUN?
    -----------------------------
    Ayat Pertama:
    سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ (١)لِلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ (٢)مِنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ (٣)تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ (٤)فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلا (٥)
    “Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya, (yang datang) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.” [ QS. Al-Ma’arij: 1-5]

    Ayat kedua:
    اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا شَفِيعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُونَ (٤)يُدَبِّرُ الأمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (٥)ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (٦)
    “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari pada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. Yang demikian itu ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” [QS. As-Sajadah: 4-6]
    Allah juga berfirman:
    وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (٤٧)
    “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, Padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.” [QS. Al-Hajj: 47]

    ReplyDelete
  14. Sesungguhnya ayat- ayat ini sama sekali TIDAK ADA KONTRADIKISI padanya. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa sisi:
    Pertama: Sesungguhnya Allah azza wajalla telah mentazkiyah (menyucikan) kitab-Nya Alquran dari sesuatu yang kontradiksi (bertolak belakang). Sehingga pemahaman kitalah yang diciptakan sebagai manusia lemah atau karena kekurangan ilmu, sehingga kita tidak bisa memahami dan mengiranya sebagai sesuatu yang kontradiksi.
    Allah berfirman:
    أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا (٨٢)
    “Maka apakah mereka tidak memerhatikan Alquran? Kalau kiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [QS. An-Nisa: 82]

    ReplyDelete
  15. Jika kita memperhatikan dengan baik ayat -ayat tersebut kita akan mendapatkan kesimpulan, bahwa: – Ayat pertama pada permasalahan di atas yang menyebutkan angka lima puluh ribu tahun adalah lamanya kehidupan satu hari di Hari Kiamat, yang menyamai waktu lima puluh ribu tahun di dunia. – Sedangkan ayat kedua yang menyebutkan angka seribu tahun adalah masa penciptaan dan pengaturan kehidupan dunia yang kadarnya sehari di sisi Allah sama dengan seribu tahun bagi kita di dunia. Dan sama sekali tidak menyebutkan perhitungan hari di Hari Kiamat kelak.

    ReplyDelete
  16. Sekarang coba kita sdkt analisis secara matematis (ingat, ini hanya sebagai Ibrah dan hikmah saja, bukan takalluf/membebani diri)
    🔸1 hari di akhirat = 1.000 thn di dunia
    🔸Apabila seorang manusia hidup hingga usia 80 tahun (usia di dunia), maka berapa usianya berdasarkan waktu di akhirat?
    🔸Usianya adalah 80/1.000 = 0.08 tahun
    🔸1 hari di dunia = 24 jam x 60 menit = 1.440 menit
    🔸Usianya di akhirat = 0.08 x 1.440 menit = 155.2 menit saja (kurang dari 3 jam)
    👉🏻 Jadi, hidupnya manusia yg usianya sampai 80 tahun, Itu tdk lebih dari 3 jam saja berdasarkan waktu di akhirat (menurut perhitungan kita)

    ReplyDelete
  17. Waktu yg sangat singkat bukan?
    ➡ Karena itu alangkah benarnya sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu :
    كن في الدنيا كأنك غريب ، أو عابر سبيل
    “Jadilah kamu di dunia ini seperti orang asing, atau seorang pejalan/musafir”.
    ❔Sudahkah kita mempersiapkan bekal perjalanan kita??
    ➡ Ibnu Umar Radhiyallahu anhu lalu melanjutkan
    إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح ، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، وخذ من صحتك لمرضك ، ومن حياتك لموتك
    “Apabila telah sore maka janganlah menunggu pagi, dan jika telah pagi janganlah menunggu sore. Pergunakan masa sehat sebelum sakitmu, dan masa hidup sebelum matimu…” (HR Bukhari)
    ❕Waktu kita begitu singkat, sedang akhirat adalah terminal terakhir yg sudah pasti di hadapan kita. Sudahkah kita mempersiapkan diri??!

    ReplyDelete
  18. Mari kita perhatikan QS al-Hajj (22) : 47
    (وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ)
    “Dan mereka meminta kepadamu agar adzab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya SEHARI DISISI TUHANMU ADALAH SEPERTI SERIBU TAHUN MENURUT PERHITUNGANMU.”

    ReplyDelete
  19. Di dalam Tafsir al-Baghowi dikatakan
    قال ابن زيد : ” وإن يوما عند ربك كألف سنة مما تعدون ” هذه أيام الآخرة
    “Ibnu Zaid berkata : “SEHARI di sisi tuhanmu adalah seperti SERIBU TAHUN menurut perhitunganmu…” Ini adalah hari² di akhirat.”
    👉🏻 Karena itu al-Qur’an seringkali menyebutkan bahwa kehidupan kita (manusia) di dunia itu hanya sesaat saja…
    📖 Mari kita perhatikan QS ar-Rûm : 55
    (وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ)
    “Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “mereka tidak berdiam melainkan SESAAT (SAJA). Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).”

    ReplyDelete