Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyatakan ucapan: Salaam kepada penduduk Jannah. Hal itu menunjukkan bahwa penduduk Jannah akan mendapat keselamatan yang sempurna: tidak akan pernah mengalami sakit, hal yang tidak mengenakkan, ataupun kematian. يُنَادِي مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلَا تَسْقَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلَا تَمُوتُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلَا تَهْرَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلَا تَبْأَسُوا أَبَدًا 🍃 Akan ada penyeru yang berseru (kepada penduduk Jannah): Sesungguhnya kalian akan sehat terus tidak akan sakit selamanya, sesungguhnya kalian akan hidup terus tidak akan meninggal selamanya, sesungguhnya kalian akan tetap muda tidak akan pernah tua selamanya, sesungguhnya kalian akan merasakan kenikmatan dan tidak akan sengsara selamanya (H.R Muslim dari Abu Said dan Abu Hurairah).
Ayat ini juga menunjukkan dalil bahwa Allah memiliki Sifat berbicara. Ahlussunnah menetapkan bahwa Allah berbicara secara hakiki dan didengar oleh makhluk yang dikehendakiNya.
Penyebutan Sifat arRahiim (Yang Maha memiliki rahmat), dalam ayat ini menunjukkan bahwa penduduk Jannah tidaklah bisa mencapai kedudukan di Jannah seperti itu kecuali atas rahmat Allah.
Ayat ini menjelaskan bahawa Allah swt akan memberi Salam Penghormatan kepada penduduk syurga sebagai tanda Maha Kasih dan Redha Allah swt terhadap mereka. Salam disini bermaksud keselamatan, kedamaian, ketenteraman dan juga sebagai tanda kemulian yang diberi Allah swt kepada penduduk syurga. Wujudnya kemesraan antara Allah swt dan hambaNya kerana Allah swt sendiri yang memberi ucapan salam tersebut hinggakan penduduk syurga terlupa dengan kenikmatan-kenikmatan yang sedang mereka alami.
{سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ} (Kepada mereka dikatakan), "Salam, " sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yasin: 58). Ibnu Juraij mengatakan bahwa Ibnu Abbas r.a. telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: (Kepada mereka dikatakan).”Salam.” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yasin: 58) Sesungguhnya Allah Swt. sendirilah yang melimpahkan selamat kepada penduduk surga. Pendapat yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: {تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلامٌ} Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah, "Salam.” (Al-Ahzab: 44)
«سلام» مبتدأ «قولا» أي بالقول خبره «من رب رحيم» بهم، أي يقول لهم: سلام عليكم. (Kepada mereka dikatakan, "Salaam") kedudukan kalimat ini menjadi Mubtada (sebagai ucapan selamat) yang menjadi Khabarnya ialah (dari Rabb Yang Maha Penyayang) kepada mereka, yakni Dia mengucapkan kepada mereka, "Kesejahteraan atas kalian."
Salah satu ayat dalam Al Quran yang terdapat di dalam Surah Yasin, tepatnya ayat ke 58 sering kali dibaca berulang-ulang. Tahukah kalian apa sebenarnya makna dari ayat tersebut?. Khatib Jumat dalam kotbahnya di Masjid Agung Ar Rahman yang terdapat di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru, Jumat (9/2/2018) menjelaskan rahasia di balik ayat tersebut. Ayat yang berbunyi : “Salaamun Qaulam-Mir-Rabbir-Rahiim” sering kali membuat orang menangis saat membacanya. Yang artinya adalah : “(Kepada mereka dikatakan) “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan yang maha penyayang”. “Kenapa orang menangis saat membacanya? Kenapa orang susah untuk berpindah kepada ayat lain hingga membacanya sampai 3 atau 7 kali?,” kata Khatib. Khatib mengatakan bahwa makna dari ayat tersebut adalah informasi, bahwa Allah SWT akan menyampaikan salam kepada para ahli surga. “Surah ini merupakan informasi bahwa nantinya setelah terkumpul ahli surga, Allah SWT akan hadir. Ketika itu Allah ucapkan selamat. Allah ucapkan salam kepada para ahli surga,” Jelas Khatib. Dan saat itu kata Khatib, Allah SWT akan membuka hijab dan memperlihatkan wajahNya kepada seluruh penghuni surga. “Ketika wajahNya terlihat, terlupakan lah semua 99 kenikmatan di luar zatNya. Hilang karena manusia terfokus pada kenimakmatan dari zat Allah SWT saat melihatnya,” ujar Khatib.
Surah Yaa siin 58 سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (58) Yang mereka inginkan itu ialah salam dan Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah SWT: الذين تتوفاهم الملائكة طيبين يقولون سلام عليكم ادخلوا الجنة بما كنتم تعملون Artinya: (Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salamun alaikum", masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. An Nahl: 32) Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya.
Yang mereka inginkan itu ialah salam dari Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah: ?sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra’d/13: 23-24)
Penjelasan Ayat ke-58 Allah menerangkan, penduduk surga akan disambut oleh malaikat Ridwan dengan sambutan "Selamat Sejahtera" . Kedatangannya masuk ke dalam surga, juga akan disambut oleh para malaikat dengan mengucapkan salam.
Ayat Ke-58
ReplyDelete👈 سلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ
🍃 Arti Kalimat: (Semoga keselamatan atas kalian) sebagai suatu ucapan dari Rabb yang Maha Penyayang.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyatakan ucapan: Salaam kepada penduduk Jannah. Hal itu menunjukkan bahwa penduduk Jannah akan mendapat keselamatan yang sempurna: tidak akan pernah mengalami sakit, hal yang tidak mengenakkan, ataupun kematian.
ReplyDeleteيُنَادِي مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلَا تَسْقَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلَا تَمُوتُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلَا تَهْرَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلَا تَبْأَسُوا أَبَدًا
🍃 Akan ada penyeru yang berseru (kepada penduduk Jannah): Sesungguhnya kalian akan sehat terus tidak akan sakit selamanya, sesungguhnya kalian akan hidup terus tidak akan meninggal selamanya, sesungguhnya kalian akan tetap muda tidak akan pernah tua selamanya, sesungguhnya kalian akan merasakan kenikmatan dan tidak akan sengsara selamanya (H.R Muslim dari Abu Said dan Abu Hurairah).
Ayat ini juga menunjukkan dalil bahwa Allah memiliki Sifat berbicara. Ahlussunnah menetapkan bahwa Allah berbicara secara hakiki dan didengar oleh makhluk yang dikehendakiNya.
ReplyDeletePenyebutan Sifat arRahiim (Yang Maha memiliki rahmat), dalam ayat ini menunjukkan bahwa penduduk Jannah tidaklah bisa mencapai kedudukan di Jannah seperti itu kecuali atas rahmat Allah.
ReplyDeleteAyat ini menjelaskan bahawa Allah swt akan memberi Salam Penghormatan kepada penduduk syurga sebagai tanda Maha Kasih dan Redha Allah swt terhadap mereka. Salam disini bermaksud keselamatan, kedamaian, ketenteraman dan juga sebagai tanda kemulian yang diberi Allah swt kepada penduduk syurga. Wujudnya kemesraan antara Allah swt dan hambaNya kerana Allah swt sendiri yang memberi ucapan salam tersebut hinggakan penduduk syurga terlupa dengan kenikmatan-kenikmatan yang sedang mereka alami.
ReplyDelete{سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ}
ReplyDelete(Kepada mereka dikatakan), "Salam, " sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yasin: 58). Ibnu Juraij mengatakan bahwa Ibnu Abbas r.a. telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: (Kepada mereka dikatakan).”Salam.” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yasin: 58) Sesungguhnya Allah Swt. sendirilah yang melimpahkan selamat kepada penduduk surga. Pendapat yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
{تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلامٌ}
Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah, "Salam.” (Al-Ahzab: 44)
«سلام» مبتدأ «قولا» أي بالقول خبره «من رب رحيم» بهم، أي يقول لهم: سلام عليكم.
ReplyDelete(Kepada mereka dikatakan, "Salaam") kedudukan kalimat ini menjadi Mubtada (sebagai ucapan selamat) yang menjadi Khabarnya ialah (dari Rabb Yang Maha Penyayang) kepada mereka, yakni Dia mengucapkan kepada mereka, "Kesejahteraan atas kalian."
Salah satu ayat dalam Al Quran yang terdapat di dalam Surah Yasin, tepatnya ayat ke 58 sering kali dibaca berulang-ulang. Tahukah kalian apa sebenarnya makna dari ayat tersebut?. Khatib Jumat dalam kotbahnya di Masjid Agung Ar Rahman yang terdapat di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru, Jumat (9/2/2018) menjelaskan rahasia di balik ayat tersebut. Ayat yang berbunyi : “Salaamun Qaulam-Mir-Rabbir-Rahiim” sering kali membuat orang menangis saat membacanya. Yang artinya adalah : “(Kepada mereka dikatakan) “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan yang maha penyayang”. “Kenapa orang menangis saat membacanya? Kenapa orang susah untuk berpindah kepada ayat lain hingga membacanya sampai 3 atau 7 kali?,” kata Khatib. Khatib mengatakan bahwa makna dari ayat tersebut adalah informasi, bahwa Allah SWT akan menyampaikan salam kepada para ahli surga. “Surah ini merupakan informasi bahwa nantinya setelah terkumpul ahli surga, Allah SWT akan hadir. Ketika itu Allah ucapkan selamat. Allah ucapkan salam kepada para ahli surga,” Jelas Khatib. Dan saat itu kata Khatib, Allah SWT akan membuka hijab dan memperlihatkan wajahNya kepada seluruh penghuni surga. “Ketika wajahNya terlihat, terlupakan lah semua 99 kenikmatan di luar zatNya. Hilang karena manusia terfokus pada kenimakmatan dari zat Allah SWT saat melihatnya,” ujar Khatib.
ReplyDeleteSurah Yaa siin 58
ReplyDeleteسَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (58)
Yang mereka inginkan itu ialah salam dan Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah SWT:
الذين تتوفاهم الملائكة طيبين يقولون سلام عليكم ادخلوا الجنة بما كنتم تعملون
Artinya:
(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salamun alaikum", masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. An Nahl: 32)
Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya.
Yang mereka inginkan itu ialah salam dari Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah: ?sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra’d/13: 23-24)
ReplyDeletePenjelasan Ayat ke-58
ReplyDeleteAllah menerangkan, penduduk surga akan disambut oleh malaikat
Ridwan dengan sambutan "Selamat Sejahtera" . Kedatangannya masuk
ke dalam surga, juga akan disambut oleh para malaikat dengan
mengucapkan salam.