Adapun penafsiran terhadap ayat ke-56, M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa bagi para penghuni surga yang ketika di dunianya telah memiliki pasangan yang sama-sama beriman dan bahagia dengan pasangannya, maka mereka akan hidup berdampingan bersama pasangannya tersebut selama di surga. Adapun bagi para penghuni surga yang selama di dunia tidak menikah, pasangannya tidak beriman, ataupun tidak bahagia bersama pasangannya selama di dunia, maka di surga ia berhak memilih pasangan berupa para bidadari maupun bidadara.
Sedangkan bagi para perempuan yang menikah lebih dari sekali, maka mereka berhak memilih pasangan yang paling disenanginya. Hal ini sebagaimana hadis riwayat mengenai Ummu Salamah, yang merupakan janda Abu Salamah, yang dinikahi Rasulullah SAW. Nabi SAW menjawab kegelisahan Ummu Salamah terkait dengan siapa dia nanti di surga, maka jawaban Nabi adalah Ummu Salamah berhak memilih pasangan yang paling disukainya.
Surah Yaa siin 56 هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (56) Di dalam surga orang-orang yang beriman dan istri-istri mereka berada dalam taman-taman dengan pohon yang rindang, duduk di atas sofa dan tempat-tempat tidur, berbincang-bincang sambil menikmati berbagai macam rezeki yang mereka peroleh dari Tuhan mereka.
Dari perkataan "mereka dan istri-istri mereka" dipahami bahwa orang-orang yang beriman dalam surga memperoleh nikmat yang tiada taranya dan kenikmatan itu diperolehnya dalam berbagai macam bentuk. Ada yang dalam bentuk langsung mereka nikmati, seperti memperoleh tempat yang nyaman dan indah, merasakan makanan-makanan yang lezat dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk pemenuhan keinginan dan cita-cita mereka sebagai anggota atau kepala keluarga. Selama hidup di dunia mereka mencita-citakan keluarga yang berbahagia, mempunyai istri yang cantik dart setia. Keinginan-keinginan mereka yang seperti itu dipenuhi Allah dalam surga nanti. Bahkan dalam ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak-bapak dan ibu-ibu mereka, dan mereka dikumpulkan dengan orang-orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah SWT berfirman: والذين ءامنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء كل امرئ بما كسب رهين Artinya: Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (Q.S. At Tur: 21) Dari ayat ini dipahami pula agar setiap mukmin selalu berusaha untuk menjadikan suami, istri, anak-anak mereka dan keluarga mereka, menjadi orang-orang yang beriman yang baik agar cita-cita mereka yang berhubungan dengan keluarga mereka disampaikan Allah di akhirat nanti.
Kandungan Surah Yasin Ayat 55-58 ini, menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, berupa surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya, mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, keindahan yang belum pernah mereka lihat, dan suara yang menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar.
Bahkan pada Ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya seperti derajat bapak dan ibu mereka. Mereka dikumpulkan dengan orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah berfirman: Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya. (ath-thur/52: 21). Dari Ayat ini dipahami pula agar setiap mukmin selalu berusaha untuk menjadikan suami, istri, anak-anak dan keluarga mereka, menjadi orang-orang beriman yang baik, agar cita-cita mereka untuk dapat saling berhubungan dengan keluarga mereka dikabulkan Allah di akhirat.
Sesungguhnya di dalam surga ada istri-istri yang suci di mana manusia menikmatinya dan bersenang-senang dengannya, sambil duduk-duduk di atas dipan-dipan, mereka bertelekan padanya, mereka akan dilayani oleh anak-anak dan para pembantu. Allah SWT berfirman: وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ “dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah; 25) Mujahid berkata: Suci dari menstruasi, buang air besar, kencing, ingus, air liur, mani dan anak”. Allah SWT berfirman: فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. (QS. Al-Rahman: 56)
Di dalam Ash-Shahihaini dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi Muhammad SAW berasabda, “Sungguh, pergi pada waktu pagi di jalan Allah SWT, atau pergi pada waktu petang lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan kecilnya jarak panah salah seorang di antara kalian dari surga atau tempat ikatannya lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan seandainya seorang wanita dari surga turun ke bumi niscaya dia akan menerangi apa yang ada di antara keduanya, dan dia akan menyebarkan bau semerbak, dan selendang yang menempel dikepalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya”.[3] - Al-Bukhari: no: 2796 dan Muslim; no: 1880
Diriwayatkan oleh Al-Darimi di dalam sunannya dari hadits riwayat Zaid bin Arqom RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang lelaki dari penghuni surga akan diberikan kekuatan seratus lelaki dalam urusan makan, minum, bersetubuh dan kekuatan syahwat”.[4]- Sunan Al-Darimi; no: 2825
Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sungai-sungai dan buah-buahan, namun dia berbeda dengan apa yang ada di dunia ini dengan perbedaan yang besar. Namun dia tidak akan dijangkau oleh manusia dengan indra duniawinya, sebagaimana firman Allah SWT: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Sajdah: 17). Ibnu Abbas berkata, “Tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang menyerupai benda-benda di surga kecuali nama saja”. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim di dalam Ash-Shahihaini dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT berfirman; Aku telah mempersiapkan bagi hamba-hamba -Ku yang shaleh apa-apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pula pernah terlintas di dalam benak seorang manusiapun, bacalah firman Allah SWT: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”.
Adapun penafsiran terhadap ayat ke-56, M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa bagi para penghuni surga yang ketika di dunianya telah memiliki pasangan yang sama-sama beriman dan bahagia dengan pasangannya, maka mereka akan hidup berdampingan bersama pasangannya tersebut selama di surga. Adapun bagi para penghuni surga yang selama di dunia tidak menikah, pasangannya tidak beriman, ataupun tidak bahagia bersama pasangannya selama di dunia, maka di surga ia berhak memilih pasangan berupa para bidadari maupun bidadara.
ReplyDeleteSedangkan bagi para perempuan yang menikah lebih dari sekali, maka mereka berhak memilih pasangan yang paling disenanginya. Hal ini sebagaimana hadis riwayat mengenai Ummu Salamah, yang merupakan janda Abu Salamah, yang dinikahi Rasulullah SAW. Nabi SAW menjawab kegelisahan Ummu Salamah terkait dengan siapa dia nanti di surga, maka jawaban Nabi adalah Ummu Salamah berhak memilih pasangan yang paling disukainya.
ReplyDeleteSurah Yaa siin 56
ReplyDeleteهُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (56)
Di dalam surga orang-orang yang beriman dan istri-istri mereka berada dalam taman-taman dengan pohon yang rindang, duduk di atas sofa dan tempat-tempat tidur, berbincang-bincang sambil menikmati berbagai macam rezeki yang mereka peroleh dari Tuhan mereka.
Dari perkataan "mereka dan istri-istri mereka" dipahami bahwa orang-orang yang beriman dalam surga memperoleh nikmat yang tiada taranya dan kenikmatan itu diperolehnya dalam berbagai macam bentuk. Ada yang dalam bentuk langsung mereka nikmati, seperti memperoleh tempat yang nyaman dan indah, merasakan makanan-makanan yang lezat dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk pemenuhan keinginan dan cita-cita mereka sebagai anggota atau kepala keluarga. Selama hidup di dunia mereka mencita-citakan keluarga yang berbahagia, mempunyai istri yang cantik dart setia. Keinginan-keinginan mereka yang seperti itu dipenuhi Allah dalam surga nanti.
ReplyDeleteBahkan dalam ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak-bapak dan ibu-ibu mereka, dan mereka dikumpulkan dengan orang-orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah SWT berfirman:
والذين ءامنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء كل امرئ بما كسب رهين
Artinya:
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (Q.S. At Tur: 21)
Dari ayat ini dipahami pula agar setiap mukmin selalu berusaha untuk menjadikan suami, istri, anak-anak mereka dan keluarga mereka, menjadi orang-orang yang beriman yang baik agar cita-cita mereka yang berhubungan dengan keluarga mereka disampaikan Allah di akhirat nanti.
Kandungan Surah Yasin Ayat 55-58 ini, menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, berupa surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya, mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, keindahan yang belum pernah mereka lihat, dan suara yang menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar.
ReplyDeleteBahkan pada Ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya seperti derajat bapak dan ibu mereka. Mereka dikumpulkan dengan orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah berfirman: Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya. (ath-thur/52: 21). Dari Ayat ini dipahami pula agar setiap mukmin selalu berusaha untuk menjadikan suami, istri, anak-anak dan keluarga mereka, menjadi orang-orang beriman yang baik, agar cita-cita mereka untuk dapat saling berhubungan dengan keluarga mereka dikabulkan Allah di akhirat.
ReplyDeleteSesungguhnya di dalam surga ada istri-istri yang suci di mana manusia menikmatinya dan bersenang-senang dengannya, sambil duduk-duduk di atas dipan-dipan, mereka bertelekan padanya, mereka akan dilayani oleh anak-anak dan para pembantu. Allah SWT berfirman:
ReplyDeleteوَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ
“dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah; 25) Mujahid berkata: Suci dari menstruasi, buang air besar, kencing, ingus, air liur, mani dan anak”. Allah SWT berfirman:
فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. (QS. Al-Rahman: 56)
Di dalam Ash-Shahihaini dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi Muhammad SAW berasabda, “Sungguh, pergi pada waktu pagi di jalan Allah SWT, atau pergi pada waktu petang lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan kecilnya jarak panah salah seorang di antara kalian dari surga atau tempat ikatannya lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan seandainya seorang wanita dari surga turun ke bumi niscaya dia akan menerangi apa yang ada di antara keduanya, dan dia akan menyebarkan bau semerbak, dan selendang yang menempel dikepalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya”.[3] - Al-Bukhari: no: 2796 dan Muslim; no: 1880
ReplyDeleteDiriwayatkan oleh Al-Darimi di dalam sunannya dari hadits riwayat Zaid bin Arqom RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang lelaki dari penghuni surga akan diberikan kekuatan seratus lelaki dalam urusan makan, minum, bersetubuh dan kekuatan syahwat”.[4]- Sunan Al-Darimi; no: 2825
ReplyDeleteSesungguhnya di dalam surga itu terdapat sungai-sungai dan buah-buahan, namun dia berbeda dengan apa yang ada di dunia ini dengan perbedaan yang besar. Namun dia tidak akan dijangkau oleh manusia dengan indra duniawinya, sebagaimana firman Allah SWT:
ReplyDeleteفَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-Sajdah: 17). Ibnu Abbas berkata, “Tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang menyerupai benda-benda di surga kecuali nama saja”. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim di dalam Ash-Shahihaini dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT berfirman; Aku telah mempersiapkan bagi hamba-hamba -Ku yang shaleh apa-apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pula pernah terlintas di dalam benak seorang manusiapun, bacalah firman Allah SWT:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”.